Haii back to my new FF (entri) buat yang udah baca makasih banget chingu , danke so much deh pokoknya I LOVE THEM :D , caca buat lagi nih untuk memperbaiki yang amatiran lalu xixi :b..., ff yang ini temanya bukan K-pop ,tokoh tokohnya caca ambil dari nickelodeon nggak apa apa kan? okedeh ..NIHLIHAT!!!
"Patriciaaa kenapa mukamu pucat?" tanya nina prihatin.
"Aku kurang tidur , sepertinya aku tidak ikut praktik kimia!" tuturku.
"Yasudah istirahat saja , semoga kamu bisa lebih baik pat " jawab nina dengan senyum hangat.
Aku tersenyum dan langsung pergi dari hadapan nina menuju asrama putri karena aku takut kalau nina tahu aku berbohong ,sebenarnya aku tidak pusing aku hanya kepikiran tentang surat cintaku yang nyasar ke loker orang lain , sebenarnya surat cinta itu tertuju untuk Jarome Clarke tapi ternyata aku salah loker.
(Asrama Putri)
"Poppy (Boneka kelincin yang diberikan momnya dari umur 5tahun) aku masih sangat takut dengan surat cinta yang aku taruh di loker itu karena nina pernah bilang loker itu bukan punya Jarome , berarti surat cinta yang kutaruh di loker itu berada ditangan orang lain pastinya . Kalau aku cerita pada nina pasti nina akan tahu aku menyukai Jarome aku tidak mau semua orang tahu kalau aku menyukai Jarom, ingat ya poppy rahasia ini hanya aku dan kau saja yang tahu, oiya poppy aku baru teringat untung saja surat cinta yang kubuat untuk jarome tapi salah loker itu tanpa nama ,ehmm tapi apakah mungkin orang yang mendapat surat cinta itu sedang mencari tahu tulisanku? poppy aku sangat takut rasa takutku sama seperti diteror penjahat!" gumamku .
*2jam berlalu
ceklek (suara pintu terbuka) " Pat kau sudah baikan? sepertinya kau belum membaik mau aku buatkan coklat hangat?" tawar nina.
"Nina kau sangat baik ,tapi terimakasih coklat hangat tidak bisa memperbaiki rasa pusingku" jawabku dengan suara melemah.
"Pat sepertinya kau tidak pusing ya? kau gelisah? kau gelisah kenapa pat?" tanya nina sahabatku dari Junior High School Anubis.
"Eh? apakah tampangku sepert itu?" jawabku mengelak tebakan nina.
"Sudahlah aku ini bersahabat denganmu sudah lama masa aku tidak bisa membedakan patricia sakit dan gelisah ,patricia kau tidak usah segan bercerita denganku aku ini sahabatmu , siapa tahu dengan kau bercerita kau bisa sedikit lebih tenang,apa masalahmu?"
"Kau memang pintar menebak ,nina aku menyukai Jarome aku membuat surat cinta untuknya tapi surat cinta yang kutaruh bukan di loker jarome melainkan diloker orang lain aku takut sekali" tuturku dengan sedikit nada gemetar.
"Kalau kau salah menaruh surat cinta itu pasti surat cinta itu berada ditangan lelaki lain karena dideretan loker jarome semuanya laki-laki ,kira kira siapaya? apakah mick?atau eddie?"
"tapi aku membuat surat itu tanpa nama" tuturku.
Selama 3hari aku dan nina mencari tahu siapa yang mendapatkan surat cinta dariku , tapi semunya nihil tidak ada dari laki laki itu yang mendapat surat itu , lantas siapa yan mendapatkannya?.
"PATTTTTTTT CEPAT KESINI!!!!"seru nina.
"ada apa ? ada apa?"tanyaku.
"pat coba kau lihat ini surat itu kan?" kata nina sambil menyodorkan surat itu agar aku bisa melihatnya.
"HAH?IYA ini suratku, kenapa ada disini?" aku dan nina sangat bingung. "nina nina lihat lihat ada balasannya!" seruku.
"coba kubaca 'terimakasih untuk kata kata indahmu aku sangat kagum kau pasti Patricia Williamson , aku sangat mengenal tulisanmu , jika kau ingin bertemu denganku kau bisa ke perpustakaan sekitar jam 7malam hari rabu' berarti hari ini , pat kau harus bertemu dengannya jam 7malam di perpustakaan malam ini dan jelaskan semua yg telah terjadi" kata nina.
"baiklah!"jawabku dengan percaya diri.
Aku sangat gugup sekarang sudah jam 06.25 malam , aku tidak tahu harus bilang apa kepada orang misterius itu,membuat pikiranku tidak karuan.
Akhirnya tiba saatnya untuk bertemu dengannya aku berjalan menuju perpustakaan dengan sangat lambat kakiku gemetar tanganku juga , tp aku terus berjalan melewati lorong lorong yang sunyi karena semua siswi sudah masuk kekamar masing masing, langkah kakiku semakin lama semakin terasa tidak bisa lagi menopang tubuhku karena ini untuk pertama kalinya aku bertemu dengan seorang laki laki sendirian tanpa ditemani aku sangat gugup dan gelisah perasaan menyebalkan ini datang lagi merasuki pikiranku, aku sudah sampai di tempat tujuanku tapi tidak seorangpun ada ditempat itu kecuali Mrs.Lawrien yang sedang piket menjaga perpustakaan aku hanya tersenyum saat bertemu denga Mrs.Law (panggilan Mrs.Lawrien) ,aku pun celingak celingukan di perpustakaan, dan tiba tiba ada yg menarik tanganku.
Aku sangat kaget dan takut "Waaaaaaaaah!!!!!!!!!!!!!! siapa kau siapa kau?" tanyaku dengan mata tertutup.
"Bukalah matamu!" terdengar ditelingaku suara seorang laki laki ,suara itu membuat jangtungku berdebar debar ,suara itu sangat lembut melebihi suara penyair.
Aku pun perlahan lahan membuka mataku terlihat dibenakku seorang laki laki tinggi berkulit putih dan berambut coklat gelap berada dihadapanku saat ini aku tercenggang karena ketampanannya, ketampananya terlihat seperti dari lahir batin , aku sangat bingung harus seperti apa? aku pun mencoba untuk tersenyum dan menyapanya.
"Hay!"
"Aku kira kau tidak akan datang, karena wanita yang anti kelas kimia sepertimu pasti akan menghiraukan hal yg sepele seperti bertemu denganku" gumamnya.
"Kenapa kau bisa tahu aku kelas anti kelas kimia? dan kenapa kau bisa tahu aku adalah Patricia Williamson padahalkan aku tidak memberikan nama pada surat itu?"aku terus bertanya pada laki laki itu.
"Aku tahu karena aku sangat mengenal tulisanmu,dan kau adalah seorang wanita yang pernah pingsan di kelas kimia 2tahun lalu"tuturnya.
Aku semakin tercenggang karena dia mengetahui semua itu padahalkan kejadian itu waktu aku masih di Junior High School ."Bolehkah aku bertanya padamu?"tanyaku dengan perasaan sangat bingung.
"silakan!"
"Fabian Rutter , apakah itu kau yang sekarang ada dihadapanku?" tanyaku histeris.
"iyaaa pat,haha wajahmu lucu !"jawabnya dengan sedikit tawa.
"Fabian kau tidak ingin mengembalikannya padaku?" tanyaku dengan laga seperti agen rahasia.
"mengembalikan apa?"tanyanya.
"Kau laki laki yg menggendongku ke UKS 2tahun lalu kan , dan kau ingat aku pernah memberikan kalungku secara tidak sadar kepadamu"
"Maksudmu ini?" sambil menyodorkan lehernya kepadaku.
"Kauu..kauu memakainya?sejak kapan?"tanyaku sangat hesteris.
"Hssssssttttt jangan histeris seperti itu" katanya dengan satu jari yang kini menyentuh bibirku. "sejak kau berikan kepadaku" berkata sambil tersenyum manis.
"baiklah karena kau menjaga kalung pemberian alm.ayahku dengan baik malam ini juga kalung itu menjadi milikmu,oiya satu lagi jangan tersenyum sok manis itu dihadapanku membuatku merinding!"
"kau terkesimah dengan senyumanku iniii yaaaa?"candanya
Aku merasa sangat cocok dengannya aku tertawa sangat puas bersamanya ,dia seperti obat bagiku aku merasa tenang dan nyaman didekatnya aku tidak tahu mengapa?atau kenapa? tapi persaan itu sangat terasa dijaringan sel sel dalam tubuhku,saking bahagianya aku lupa untuk menjelaskan hal penting yang harus kukatakan padanya!.
"Fabian aku harus kembali ke asrama putri ,aku duluan yaa byeee!" kataku dengan senyum.
"Pat!" akupun menengok dan "Terimakasih "kataya lagi dengan senyuman setelah mengecup pipiku.
Jantungku bergoncang sangat kuat dalam hati aku berkata 'pipiku dikecup olehnya ohtuhaaaaaan apakah ini perasaan bahagia! terimakasih atas hadiahmu tuhaaaaan'.
Akupun memulai langkahku untuk kembali kekamar tidurku, sesampainya di kamar.
"Bagaimana pat?"tanya nina.
"Oh nina aku sangaaat bahagia,kukira aku tidak perlu menjelaskan hal itu karena aku merasa surat itu tidak salah orang dia benar"seruku
"maksudmu?aku tidak mengerti?"tanya nina dengan senyum getir.
"laki laki itu telah membuat perasaanku menjadi lebih indah , dia jauh lebih baik dari pada Jarome!"
"Namanya siapa?"
"Dia Fabian Rutter aku bahagia telah mengenalnya" tuturku
"Tersarah kamu saja pat" jawab nina dan langsung menutup selimutnya seakan mengakhiri perbincangan kita.
(Keesokan pagi aku dan nina menuju kantin untuk sarapan)
"nina apa kau mau saladku? hehe kau tahukan aku tidak menyukai salad sayuran" tawarku cengengesan.
"baiklah pat!kau membuatku tambah sehat karena memberikan sayuran itu padaku dan kau juga membuatku bertambah gemuk karena memberikan mayones itu untukku " jawabnya.
"hehe tidak nin kau tidak akan gemuk hanya saja kau akan sedikit montok"jawabku agak ngeledek.
"patriciaaaaa kau ini memang sangat pintar meledekiii orang yaaaa!"
"permisi apakah masih ada tempat untukku?"tanya seorang laki laki tampan berambut coklat gelap dan berkulit putih.
"fabian , silahkan duduk!!"sapaku histeris.
"kau tak usah sehisteri itu ,haha"katanya dengan tawa kecilnya yang manis bila didengar.
"nina ini fabian , fabian ini nina!"
"senang bertemu denganmu" kata nina dan fabian bersamaan.
"pat hari ini kau ada kelas melukis jangan bolos lagi!"seru nina
"iya iya aku tidak akan bolos lagi"jawabku sambil mengunyah roti selai kacang kesukaanku.
"pat kau ada kelas melukis?"tanya fabian.
"iya!"
"kau mau bareng kekelas melukis bersamaku ?karena aku juga ada kelas melukis sehabis ini" tawar fabian dengan senyuman yang sangat manis.
"iya dengan senang hati" jawabku dengan senyuman malu.
"pat ,fabian aku duluan ya karena kau piket sekarang sampai jumpa di istirahat makan siang!" kata nina dan langsung menghilang dari hadapanku dan fabian.
"hey kau seperti anak TK coba lihat selai kacang itu menempel dibibirmu" ledek fabian.
"mana mana?"tanyaku sambil menarik narik tangannya.
"nih , ehmmmm selai kacang yang menempel dibibirmu lebih enak dari pada selai kacang dirotiku" kata fabian yang menjilat selai kacang yg menempel dibibirku.
"FABIAN RUTTER!!!"
"hahaha maaf pat ampuni akuu haha"
Aku dan fabian berjalan menuju kelas melukis ,fabian menggandeng tanganku aku merasakan kehangatan tubuhnya , kini kepalaku terisi penuh dengan dirinya ,mataku mencari sosoknya tubuhku mengisyaratkan cinta.
Anonymous Love Letter
End

